Goes To Campus 2026: menjelajah pilihan studi tingkat lanjut
SMA 2 Perguruan "Cikini" kembali mengadakan kegiatan kunjungan kampus ke perguruan tinggi mitra.
Yayasan Perguruan "Cikini" — atau Yapercik — adalah yayasan pendidikan nasional yang lahir dari sebuah kursus Bahasa Indonesia di masa pendudukan Jepang. Hari ini kami menaungi belasan unit pendidikan dari TK hingga SMK, di Jakarta, Karawang, dan Kalimantan Timur.
Mendirikan dan memelihara sekolah yang berdasarkan nasional, netral terhadap agama dan politik, untuk anak laki-laki dan perempuan.
Yapercik dimulai sebagai inisiatif pendidikan Ibu Pandu Suradhiningrat ketika sekolah-sekolah Indonesia dilarang oleh tentara pendudukan Jepang — sebuah kursus Bahasa Indonesia di rumah Almarhum Dr. Rasyid, Jl. Kramat VIII, dengan 12 murid dan satu guru. Kelas pertama untuk SMP digelar di bawah sebuah pohon sawo. Dari sana lahir sebuah jaringan sekolah yang masih berdiri sampai hari ini.
Sejak akte 1952: pendidikan untuk semua, terbuka bagi anak laki-laki dan perempuan, netral terhadap agama dan politik.
Kampus utama tetap berdiri di Jl. Cikini Raya 74–76, alamat yang sama sejak 1 November 1942.
Dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP, SMA, hingga SMK kejuruan dan Sekolah Menengah Musik.
Putra-putri Presiden Soekarno — Guntur, Megawati, Guruh — pernah belajar di sini. Begitu pula puluhan ribu anak Indonesia setelahnya.
Dari sebuah ruang kursus dengan dua belas murid, sampai jaringan sekolah lintas-pulau. Berikut momen-momen yang membentuk Yapercik.
Ibu Pandu Suradhiningrat membuka kursus Bahasa Indonesia di rumah Dr. Rasyid, Jl. Dinieuwelaan (kini Kramat VIII), dengan 12 murid dan seorang guru — Ibu Mien Soemadji.
Pada 1 Agustus 1942 lembaga kursus diubah menjadi Sekolah Rakyat Partikelir "Mayumi" (anak panah) di Jl. Kramat 31A.
★ Hari Ulang Tahun Yayasan1 November 1942 — sekolah resmi pindah ke Jl. Cikini Raya 76 dengan 200 murid dalam lima kelas SR ditambah satu kelas TK. Alamat yang sama sampai hari ini.
27 September 1952 — Akte notaris Mr. R. Suwandi No. 37 mengubah nama menjadi Yayasan Perguruan "Cikini". 16 guru, 842 murid, 19 kelas. Misinya: pendidikan nasional, netral agama dan politik.
✦ Akte pendirian15 Agustus — SMP I diresmikan setelah kelas percontohan di bawah "pohon sawo" oleh Bapak Soemadji dan Bapak Moh. Amin. Murid pertama: Bapak Arief Nazir MS dan Ibu Wiwik.
30 November 1957 — Presiden Soekarno yang sedang berkunjung menjadi target ledakan granat. Putra-putrinya — Guntur, Megawati, Guruh — bersekolah di Perguruan Cikini.
⌗ Peristiwa nasional1 September — SMA dibuka untuk menampung lulusan SMP. Kepala Sekolah pertama Bapak Boediman, wakil Bapak Afifudin Sultani.
Karena pertumbuhan kampus utama yang pesat, SMA mandiri dan pindah ke Jl. PLN Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Pada tahun ke-66 yayasan, SMK Perguruan Cikini ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai rintisan sekolah berstandar internasional, dari 6.600 SMK se-Indonesia.
Tahun ajaran 2020/2021, SMA 2 berdiri di Jl. Srengseng Sawah 79, Jagakarsa, Jakarta Selatan, satu kawasan dengan SMK 3 dan kampus ISTN.
✦ Unit terbaruVisi Yapercik adalah menjadi center of excellence dalam pendidikan: melahirkan insan beriman dan bertakwa, berwawasan kebangsaan, Pancasilais, berbudi pekerti luhur, mandiri, dan peduli lingkungan — sambil menjaga keberlangsungan yayasan yang terus tumbuh.
Dari Cikini Raya yang ramai sampai kawasan industri di Karawang dan hutan Kalimantan Timur — Yapercik mengelola pendidikan dari TK hingga SMK kejuruan dan musik.
Jl. Cikini Raya 74–76, Menteng, Jakarta Pusat. Generasi pertama Perguruan Cikini sejak 1942.
Pendidikan dasar dengan akar nasional, netral, dan inklusif. Akreditasi A.
Diresmikan 15 Agustus 1956, berakar dari "kelas pohon sawo". Sekolah swasta unggulan DKI.
Berdiri 1 September 1959, pindah ke Duren Tiga 1986. Mencetak generasi pendaki potensi.
Unit terbaru, sejak T.A. 2020/2021. Jl. Srengseng Sawah 79, Jagakarsa.
Sekolah teknologi unggul, alumnus dari Bapak Gito Suroso hingga Alan Ruchyana. Akreditasi A.
Lanjutan Sekolah Menengah Musik Perguruan "Cikini" — kejuruan untuk musisi muda.
Farmasi, TKJ, Otomotif, Multimedia, Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Sekampus dengan ISTN.
Jl. Permata Raya CA-4, Kawasan Industri KIIC, Karawang. Kemitraan dengan industri.
Lembaga musik di kampus Cikini Raya — pelatihan musik formal maupun informal.
Jaringan TK, SD, dan SMP di Kiani, Kalimantan Timur. Misi pendidikan lintas-pulau.
Lembaga pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja untuk peserta pendidikan kejuruan.
Putra-putri Bung Karno — Guntur, Megawati, dan Guruh — duduk di bangku Perguruan "Cikini". Pada 30 November 1957, ketika Presiden Soekarno berkunjung untuk acara sekolah, sebuah granat dilemparkan ke arah beliau di halaman kampus. Hari itu menempelkan Yapercik pada lembar paling tegang dari sejarah republik.
Dari kunjungan kampus, pagelaran teater, hingga jumpa alumni — sekolah-sekolah di bawah Yapercik selalu hidup.
SMA 2 Perguruan "Cikini" kembali mengadakan kegiatan kunjungan kampus ke perguruan tinggi mitra.
Tradisi seni pertunjukan tahunan menampilkan murid-murid lintas angkatan dalam panggung profesional.
Murid SMA 2 mengikuti agenda field trip bertema budaya dan literasi sebagai bagian dari kurikulum.